Selasa, 14 Juli 2009

Pesona Batik Madura

Batik MaduraSehelai kain batik bagi orang Madura adalah sebuah kebanggaan. Tetapi, apa keistimewaan Teknik Membatik Madura? Apa bedanya dengan batik Yogya atau Solo atau batik dari daerah lain seperti Batik Kaganga Rejang ?

Motif Khas
Motif dan warna yang tertuang dalam batik Madura sangat khas, motif flora dan fauna. Sedangkan untuk warna, warna cerah atau ber-hue panas seperti kuning, oranye, merah, hijau muda yang banyak dipakai.

Untuk motifnya, batik Madura biasanya bergambar burung, selain berupa cerita daerah setempat. Layaknya seperti komik, ceritanya beruntun. Salah satu contohnya adalah motif yang menggambarkan penantian seorang istri menunggu suami. Ada kisah tentang panji suci (dakwah), nyiur melambai, "tar poteh" yaitu latar belakangnya di dominasi putih sebagai lambang kesucian.

Di Madura Batik sudah lama dikenal

Terdapat koleksi kain batik Madura di museum Tekstil yang dibuat sejak 1930. Meski sudah cukup tua, kondisi kainnya masih oke. Warna-warnanya belum pudar dan motifnya masih terlihat jelas.

Untuk pewarnaan batik pada awalnya menggunakan pewarnaan alam yaitu menggunakan tumbuhan, akar, dan buah. Bahan alam yang populer untuk pewarna antara lain kayu jambal, kulit buah jelawe, akar mengkudu, kunyit, juga daun jati. Sedangkan pembuatannya memakai proses lukis yang tentu butuh waktu cukup lama, yaitu enam sampai satu tahun.

Warna yang mencolok ini tertuang dalam motif seperti pucuk tombak, daun, hewan, geometris, dan rajut. Hewan yang kerap menjadi motif dalam batik Madura antara lain ikan (iwak), udang, kehidupan laut, burung dan lain-lain. Sedangkan corak yang bebas banyak terdapat di daerah Bangkalan. Konon warna dan motif ini sesuai dengan karakter orang Madura yang apa adanya, terbuka dan egaliter.

Harga batik Madura sebagai barang seni, relatif, dimulai dari kisaran di bawah Rp 50000, tetapi aja juga yang sampai lima jutaan. Semua tergantung dari bahan-bahan yang dipakai dan kualitas batik itu sendiri.

Pembuatan

Pembuatan batik dapat dibagi menjadi beberapa tahapan. Perendaman, yaitu proses perendaman kain yang akan dibatik dalam campuran air dengan minyak "dempel" ditambah abu sisa pembakaran kayu dari tungku.

Tujuannya agar kain lentur dan mudah waktu dilukis. Pencucian, usai direndam lalu kain dicuci sampai bersih, sehingga tak ada sisa noda. Pengeringan, yaitu kain diangin-anginkan tanpa kena sinar matahari langsung. Penganjian, yaitu proses memberi tepung kanji pada kain. Tujuannya agar pori-pori kain lebih halus.

Pelukisan, yaitu tahap melukis yang kerap disebut diisen, dikurik, dan ditembok. Pewarnaan, yaitu proses mewarnai kain (bisa memakai warna alam atau warna buatan kimia). Pelorotan, setelah dilukis dengan malam dan diwarnai kemudian kain dilorot (merontokkan malam/lilin) dengan cara memasukkan kain dalam air yang mendidih.

Penjemuran, setelah semua selesai, barulah kain dijemur. Berbeda dengan kain batik lain yang dijemur tak kena sinar matahari langsung, batik Madura justru dijemur di terik matahari.

Uniknya pembuatan batik Madura ini dilakukan semua anggota keluarga. Kaum ibu ada yang membuat motif sedangkan para lelakinya bagian melorot. Batik Madura ini masih cukup populer saat ini, baik di kalangan turis maupun orang Madura sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Batik Butik dan Toko Baju Online Copyright © 2009 Shopping Bag is Designed by Ipietoon Sponsored by Finger Toys

Optimized By Belajar SEO Support by Piala Dunia 2010