Kemarin, ribuan siswa di Solo menggelar aksi menggambar motif batik di atas aspal jalan di depan Pasar Barang Antik Windujenar. Selain sebagai ungkapan kegembiraan atas diakuinya kerajinan batik Indonesia oleh UNESCO, kegiatan itu untuk mengukuhkan Solo sebagai Kota Batik.
"Yang terlibat kegiatan ini sebanyak 2.009 siswa. Mereka adalah siswa TK, SD, dan SMP," kata penggagas kegiatan, Mayor Haristanto.
Para siswa pun terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Meski hanya menggunakan kapur tulis, gambar motif batik yang mereka torehkan di atas aspal jalan itu terlihat indah.
Wujudnya beragam. Mulai dari motif batik yang telah dikenal selama ini hingga abstrak. Bahkan ada juga peserta yang menorehkan motif batik dilengkapi kalimat 'I Love Miyabi'.
Tika, salah satu siswa SD Yosodipuran Solo mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Selain bisa menuangkan kreasinya, dia bisa berbaur dan mengenal siswa dari sekolah lain.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap batik kepada anak-anak. Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aktivitas belajar di luar ruangan," tambah Mayor.
Sementara itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kalimantan Timur terus membina perajin batik ampiek. Dinas terus memoles keahlian para perajin dengan memberi mereka pelatihan tentang pengembangan desain.
"Kami juga bekerja sama dengan Yayasan Desain Indonesia. Perajin dikirim ke Jakarta, dua kali dalam setahun, juga ke Samarinda, sehingga desain batik mereka tidak monoton," ujar Kepala Disperindagkop Yadi Sabianoor.
Pengusaha batik ampiek juga diberi kesempatan memamerkan produk mereka pada acara dengan skala nasional dan internasional. Upaya itu dilakukan untuk memperluas pasar sehingga ampiek bisa di kenal luas.
Salah satu kendala batik Kaltim, saat ini adalah harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan batik lain. Itu terjadi karena bahan baku yang digunakan kebanyakan didatangkan dari luar Kalimantan Timur. Namun, batik itu punya motif khas sehingga banyak dicari konsumen.
Rabu, 14 Oktober 2009
Budaya Batik Indonesia mendorong Anak mencintainya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar