Kamis, 14 Januari 2010

Hadapi FTA, Batik Indonesia Masih "Jagoan"

Meskipun tekstil China mulai menyerbu pasar tekstil Indonesia, batik Indonesia tetap menguasai pasar batik, mengalahkan batik China. Demikian disampaikan beberapa pedagang batik pasar Blok A Tanah Abang Jakarta, Rabu (6/1/2010).

Menurut seorang pedagang batik Blok A Tanah Abang, Ronald, batik China tak mampu menyaingi batik lokal dalam segi motif dan kualitas bahan meskipun harganya murah. "Kulitnya kurang bagus, modelnya, mutunya, desainnya desain lama. karena dia bukan orang Indonesia, jadi nggak tau desain. Kalau pakaian jadi, bolehlah mereka menang," ujar Ronald saat ditemui di toko batik miliknya di pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta.

Pedagang batik lainnya, Nasihin mengatakan hal serupa. "Batik tetap milik Indonesia, orang Bogor aja nggak bisa bikin batik, apalagi China? Sejarahnya nggak ada. Yang bisa bikin batik itu cuma orang Pantura," ujar Nasihin yang juga pengrajin batik Pekalongan.

Baik Ronald maupun Nasihin mengaku tidak menjual batik China karena kurang diminati pembeli. Berbeda dengan mereka, Didi pedagang batik di lantai dasar Blok A Tanah Abang menjual beberapa batik China.

Namun yang dimaksud batik China menurut Didi adalah pakaian batik yang bahannya terbuat dari benang sutra China. "Dicetaknya sih tetap di Indonesia, bahannya saja mirip sutra jadi namanya sutra China. Sama aja sih sama bahan lokal," kata Didi.

Suasana pasar Blok A Tanah Abang sore ini masih dipenuhi pengunjung. Terlihat pengunjung yang didominasi wanita berlalu lalang di lantai dasar Blok A Tanah Abang membawa kantong belanja.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Batik Butik dan Toko Baju Online Copyright © 2009 Shopping Bag is Designed by Ipietoon Sponsored by Finger Toys

Optimized By Belajar SEO Support by Piala Dunia 2010